Majalah Jakarta Barat — Pemkot Jakbar Upayakan Perkuat Penanganan Kasus Campak Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat tengah memperkuat langkah penanganan kasus campak yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari fasilitas layanan kesehatan, kader posyandu, hingga dunia pendidikan.
baca juga:Asap Membubung Tinggi, Asalnya dari Kebakaran Rumah di Tamansari Jakbar
Lonjakan Kasus Campak
Dinas Kesehatan Jakarta Barat mencatat adanya tren peningkatan kasus campak, terutama pada anak-anak usia balita. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena campak termasuk penyakit menular yang cepat menyebar di lingkungan padat penduduk.
“Campak sangat mudah menular lewat udara. Jika tidak segera ditangani, bisa berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB),” ujar Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat.
Fokus pada Imunisasi
Salah satu langkah utama yang dilakukan Pemkot Jakbar adalah memperkuat cakupan imunisasi campak-rubella (MR). Program imunisasi digencarkan di sekolah, puskesmas, serta posyandu. Petugas kesehatan turun langsung ke lapangan untuk memastikan setiap anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal.
“Kami lakukan sweeping ke sekolah-sekolah. Targetnya semua anak terlindungi,” jelas Kepala Puskesmas Kembangan.
Edukasi dan Pemantauan
Selain imunisasi, Pemkot juga gencar memberikan edukasi kepada orang tua mengenai bahaya campak dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Warga diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam tinggi, ruam merah, batuk, dan mata merah.
Tim pemantau kasus campak juga dibentuk di setiap kecamatan untuk mempercepat deteksi dini. “Dengan pemantauan aktif, kita bisa segera memutus rantai penularan,” tambah pejabat Sudinkes.
Dukungan dari Masyarakat
Upaya pemerintah mendapat dukungan dari warga, meski sebagian masih perlu diyakinkan karena faktor ketakutan akan efek samping imunisasi. Seorang ibu di Palmerah mengaku senang ada program vaksin gratis. “Anak saya langsung ikut imunisasi, biar tenang tidak takut kena campak,” ujarnya.
Harapan ke Depan
Pemkot Jakarta Barat menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan rumah sakit, puskesmas, dan tenaga kesehatan di lapangan.
“Penanganan campak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat.





