Majalah Jakarta Barat – Posko Siaga Jakbar resmi aktif kembali untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Jakarta Barat. Pemerintah Kota Jakarta Barat langsung mengerahkan personel, prasarana, serta kekuatan lapangan guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi banjir, angin kencang, dan potensi bencana hidrometeorologi lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono, memimpin langsung rapat koordinasi wilayah di Jakarta pada Selasa. Dalam rapat tersebut, ia menegaskan perintah langsung dari Gubernur DKI Jakarta agar seluruh personel siaga aktif di lapangan. Ia juga meminta setiap posko bencana beroperasi penuh tanpa terkecuali.
Yuli Hartono menginstruksikan para lurah untuk memastikan posko siaga di setiap kelurahan tetap terisi petugas selama 24 jam. Ia melarang keras lurah membiarkan posko bencana kosong dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Pemerintah kota ingin memastikan warga mendapat respons cepat saat terjadi kondisi darurat.
Baca Juga : Pemprov DKI gerak cepat periksa semua gedung usai kebakaran ruko di Jakpus
Selain mengaktifkan personel, Pemkot Jakarta Barat juga menyiapkan sarana penunjang seperti perahu karet, mesin pompa air, logistik darurat, serta alat evakuasi. Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Sumber Daya Air, Satpol PP, Damkar, dan unsur TNI-Polri siap bergerak cepat jika terjadi bencana.
Pemerintah juga mengintensifkan pemantauan wilayah rawan genangan dan banjir. Petugas rutin memeriksa saluran air, pompa pengendali banjir, serta titik rawan pohon tumbang. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko kerugian bagi masyarakat.
Posko Siaga Jakbar menjadi garda terdepan perlindungan warga selama cuaca ekstrem berlangsung. Pemkot Jakarta Barat mengajak seluruh masyarakat untuk aktif melapor apabila melihat tanda-tanda bahaya seperti genangan tinggi, arus air deras, atau pohon rawan tumbang. Pemerintah menargetkan seluruh pelayanan kebencanaan berjalan cepat, responsif, dan terkoordinasi demi menjaga keselamatan warga Jakarta Barat.





